Postingan

Ketika Jantung bisa berbicara...

Gambar
Pernahkah merasa dikhianati oleh tubuh sendiri? Hari itu, niat saya sebenarnya sederhana,  ingin lebih sehat dengan memperbanyak langkah kaki yang sebenarnya juga tidak diniatin secara khusus. Dan dan kocaknya lagi, sore harinya saya harus berlari mengejar sesuatu yang pasti.. Apa yang pasti tiket keberangkatan kereta yang kalau molor dikit, bakal membuat saya bengong berjam-jam di stasiun .  Ah kekocakan itu bukannya membuat bahagia.  Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya endorfin yang datang, malah alarm jantung yang "menyala" dan memaksa saya untuk berhenti total. Yups, berhenti aktifitas yang normal.  Bisa bayangkan, setelah hectic, mancep diam ditempat? Dua hari ini,  Di saat sedang mengatur napas dan menenangkan detak jantung yang tak beraturan, saya tersadar bahwa apa yang saya alami bukan sekadar masalah fisik.  Ini adalah sebuah proses komunikasi intrapersonal yang sedang mengalami noise atau gangguan besar. kita sering terpaku pada bag...

Sinyal : Kamu sedang jatuh Cinta atau Sedang Candu ?

Gambar
 Sebelum menuliskan Pov saya,... mari Kita simak lagu ini dulu... Sinyal-sinyal darimu tak jelas Atau mungkin aku kurang cerdas Kadang rasanya seperti Tak ada batas antara kita Kadang seolah tak saling kenal Hmm.... bukan -bukan gak cerdas loh, tapi bisa jadi itu adalah boundaries yang dibangun.. Kita tidak pernah tahu bukan..  Lagu, "Sinyal" , berhasil memotret fenomena yang sangat manusiawi: "rasa lelah karena harus menebak-nebak posisi kita di hati seseorang". Eh tunggu dulu, kalau kita bedah lebih dalam menggunakan teori Interaksionisme Simbolik , lagu ini sebenarnya bukan sekadar tentang cinta bertepuk sebelah tangan. I ni adalah tentang bagaimana kita tersesat dalam simbol yang kita ciptakan sendiri... kita masuk dalam labirin sinyal yang kita buat sendiri. Seperti labirin kita keliling-keliling namun tak menemukan ujungnya.. ah sudah terbayangkan betapa lelahnya itu... Pahamkan, ilustrasi diatas... lelah, dan memilih menyerah... ah tentu capek, menebak apa ...

Rabun Jauh... VS Cognitive Dissonance

Gambar
Saya lagi suka dengan lagu Bernadya "Rabun jauh" Bisa mendengarkan lagu ini setiap jam… Bahkan saya mengatur lagu ini sebagai default dalam Spotify.  Entah kenapa saya begitu suka dengan lirik lagu ini. Sayangnya, saya tidak bisa bernyanyi dengan merdu.  Mungkin, entah bisa jadi relate ya dengan kondisi saya yang memakai kacamata, dan ketika tidak memakainya yang terlihat hanya siluet ... Rabun jauh dari dulu Tapi tak pernah mengganggu Malah itu yang kubutuh... ..... Setelah kita menikmati lagu Kacamata dari Afgan… sekarang kita menikmati lantunan nada dari Bernadya yang liriknya menggunakan metafora penglihatan. Kalau kita mau membedahnya lagi, musik pop Indonesia sedang ramai membicarakan persepsi interpersonal yang dikemas dengan penglihatan. Persepsi kita melihat, menilai, dan terkadang tertipu, bahkan menipu diri sendiri saat berhadapan dengan orang lain.      Lirik lagu dari "Rabun Jauh" Bernadya menggambarkan kondisi di mana seseorang justru merasa l...