Menghuni Jeda diantara ....
Belakangan ini otak kita terlalu penuh dengan bahasa yang njelimet... Waiiii… liat aja postingan lini masa yang penuh dengan permainan kata. Lambat laun, saya menyadari ah kadang kata-kata itu sering kali menipu, atau kalau tidak menipu bisa jadi terlalu sempit untuk dimaknai. Contohnya... tuh lagu MBG .... Mas B... G .... jika langsung dimaknai, liriknya lucu, tapiii dibalik itu.. ah sudahlah bisa jadi kampanye atau apapun itu.. Sama seperti kata "aku paham, iya aku ngerti kok ... atau iyaa aku sayang kok,.. " lambat laun kalimat itu rasanya seperti memiliki batas. Ntah maknanya seperti menyusut, lalu lenyap.. Maybe, ah ntahlah.. Konon perasaan itu lebih dari kata,.. nah perasaan yang membuncah itu seakan dipaksa masuk dalam kotak pandora bahasa. Kadang kala bahasa itu tidak cukup menampung seluruh isi kepala dan hati... Ya gak siy? Makna dari kata itu bisa berbeda ... ah sesederhana "kamu paham? bermakna menanyakan ?atau berkata tegas". Ya.......