Hiperrealitas Notifikasi: Ketika Ilusi Kedekatan Digital Menguras Energi Mental
Judul tulisan ini "hiperrealitas notifikasi: ketika ilusi kedekatan digital menguras energi mental" Agak-agak berbau kritis.. ya, upaya tetap sadar di tengah dar der dornya hidup yang tidak menentu. Yuk kita mulai,.. Ah pasti pernah,... kamu kamu dan saya juga pasti.. tertegun menatap layar ponsel selama beberapa menit, hanya untuk membaca ulang pesan pendek yang diterima. Atau, mungkin kamu , saya tiba-tiba mendadak merasa cemas hanya karena seseorang yang biasanya membalas pesan dengan sangat cair, tiba-tiba mengirimkan pesan dry text, singkat tanpa emotikon yang tersematkan. Jika jawabannya pasti pernah. Ijinkan saya mengatakan selamat datang di ruang abu-abu digital. Fenomena ini tidak hanya dialami oleh kamu, atau saya.. Tapi sudah menjadi semacam hal yang lumrah dalam masyarakat modern . Ada yang bilang, sikap kita yang bingung menghadapi dry text, itu adalah sikap yang kekanak-kanakan, atau kita terlalu baper. Menurut saya, gak gitu...