Ketika Jantung bisa berbicara...
Pernahkah merasa dikhianati oleh tubuh sendiri? Hari itu, niat saya sebenarnya sederhana, ingin lebih sehat dengan memperbanyak langkah kaki yang sebenarnya juga tidak diniatin secara khusus. Dan dan kocaknya lagi, sore harinya saya harus berlari mengejar sesuatu yang pasti.. Apa yang pasti tiket keberangkatan kereta yang kalau molor dikit, bakal membuat saya bengong berjam-jam di stasiun . Ah kekocakan itu bukannya membuat bahagia. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya endorfin yang datang, malah alarm jantung yang "menyala" dan memaksa saya untuk berhenti total. Yups, berhenti aktifitas yang normal. Bisa bayangkan, setelah hectic, mancep diam ditempat? Dua hari ini, Di saat sedang mengatur napas dan menenangkan detak jantung yang tak beraturan, saya tersadar bahwa apa yang saya alami bukan sekadar masalah fisik. Ini adalah sebuah proses komunikasi intrapersonal yang sedang mengalami noise atau gangguan besar. kita sering terpaku pada bag...