Langsung ke konten utama

Postingan

Tanpa judul

Postingan terbaru

Viral : Validasi atau pembenaran ?

 Dikit- dikit upload, dikit-dikit posting .. bahkan sesuatu yang tidak seharusnya diposting pun menjadi bahan postingan .  Posting biar apa? Butuh validasi atau sekedar mencari kebenaran ?  Ah yaaa, sosial media memudahkan kita untuk memperoleh informasi, dan mendapatkan pembenaran yang tak seharusnya dicari ..  beberapa hari lalu, seorang ibu rumah tangga memposting cerita kehidupan rumah tangga dan perlakuan suaminya di Threads eh ada akun Instagram yg Screening shoot postingan tersebut dan menjadikan postingan di Instagram, komentarnya pun beragam banyak yg menyarankan si istri untuk lari bahkan menceraikan suaminya ..  eh eh ternyata setelah pemilik akun threads tersebut tau postingannya viral, dia pun mengklarifikasi bahwa dia hanya bertujuan bercerita ..  dan akhirnya postingan tersebut dihapus … yaaaps tapi sepertinya dia lupa, rekam jejak digital itu nyata.. dia sudah menghapus di akun pribadi, tapi di akun yang memviralkan masih ada …  Gak cum...

Habis

 Rasanya pyaaar  Hatiku habis  Semua building raport yang membaik seperti runtuh tak bersisa Rasanya seperti pyaaar .. Kosong tak bersisa.. Hanya ada helaan nafas yg berat, dan pertanyaan butuh jawaban … kenapa ?  Riuh sekali tapi tak mau ada pertanyaan yang terlontar , cukup pertanyaan ini tersusun liar di kepala .. tak mau mendengarnya lagi … 

menepi tanpa tanya

 Boleh saja hidup dar der dor macam ini, tapi siapa yang bisa jadi tempat beradu cerita. Boleh saja kejutan diawal tahun tapi, siapa yang mau mendengar tanpa kerut di dahi. Boleh saja, semua sah saja. Toh kita semua mahkluk ciptaanNYA, tapi siapa yang siap dengan cerita yang berulang. Boleh saja, ya semua boleh . Semua akan berakhir walaupun tak pernah berakhir. Seperti drama china yang tiap episodenya ingin dicepatin, ingin cerita ini juga reload gitu saja.  Tidak takut, tidak menikmati juga karena episode yang terus berulang. Entah episode yang kesekian.  Semua berulang, bahkan dengan segala rasa tapi ya siapa yang menemani tanpa kerut di dahi, tanpa telisik mata penuh tanya.  Apakah melangkah ke tempat penuh damai,hanya dengan modal melangkah. Sebuah pilihan tepat. Apakah teratai ditengah danau bisa menentramkan hati........ lagi.  Ya hanya untuk menepi tanpa tanya.

Penghujung 2025

 Judulnya aja end yak .. Tapi aselinya baru dimulai .. ya semacam restart aja .. Terima kasih pada diri yg sudah bertahan walaupun sambil sambat Ya Allah, Ya Tuhan ..  tak ada ritual khusus menyambut pergantian tahun ..  tak ada rencana besar juga ..  sama seperti yg lalu , jalanin apa yang ada di di depan ..  tahun ini, masih blm bisa melupakan, masih sering ke trigger tapi jauh lebih bisa menerima ..  hmm .. 2025 menghadirkan cinta yaps cinta di setiap cerita  Menghadirkan ketulusan dan ketidakpastian krn smua yg pasti ya hanya KehendakNYA .. Selalu ada Cinta, dan selalu ada jalan  …  Terima kasih ya karena sudah hadir …  Terima kasih untuk semua orang baik yang ada di setiap perjalanan selama ini .. Terima kasih juga untuk kamu - kamu yang usil … wlpn sebenarnya gak bs di tolerir ya tapi makasih deh krn udh membuat lebih berwarna .. wlpn tanpa keusilanmu hidupku udh berwarna siy 😎

Identitas Agama di KTP, untuk apa?

 Judulnya agak gimana ya?  Tetiba aja siy pengen nulis ini, sebenarnya bukan tiba-tiba juga tapi jadi teringat pertanyaan beberapa orang "kamu Islam apa?" MU kah? atau NU kah?  dengan tersenyum saya menjawab " Islam KTP"  apakah tulisan ini akan membahas mengenai sinetron islam KTP? tentu saja tidak.  Satu obrolan yang menggelitik ketika seorang kawan bertanya " Ca, si itu puasa kah? ..." saya balik bertanya emang kenapa? "soalnya dia gak terlihat shalat jumat, apa Atheis ya?' Reaksi saya lah apa hubungannya puasa, gak shalat jumat dan atheis?  Bijak dan Adil berpikir harusnya dilakukan sebelum memberikan label..  Yups identitas agama itu label kan,. dimaknai sebatas label kan. Bukannya di Indonesia saja ada 6 agama.  Secara tidak kita sadari, kita sudah "diajari bias" sejak dini. mau contohnya, " Agama selain Islam disebutnya apa ? NonIs kan... Bukan menyebut agama Katolik, Protestan, Budha , Hindu, atau Penghayat . Sejak dulu kita...

Katanya Rindu : ontologis, aksiologis dan epistemologis

 Katanya Rindu... Judul tulisan kali ini.. Tapi rindu pada siapa, rindu apa, rindu karena apa? semua masih abstrak tidak terdefinisikan secara operasional.  Konon katanya tidak semua bisa dijelaskan tapi cukup dirasakan... ah tapi untuk saya mahkluk yang sedang belajar menngoperasinalkan semua ya harus ada penjelasannya.  Jadi tidak konsisten kan...  Konon katanya, tidak semua harus ada jawabannya tapi untuk saya yang sedang belajar mencari jawaban dari permasalahan ya semua harus ada jawabannya.  Konon katanya, tanda itu bisa dibaca. pakai teori interaksi simbolik ah itu kan berlaku untuk membaca tanda interaksi orang dengan orang...  Konon katanya rindu itu ... konon konon konon astaga....  mari kita bertanya pada AI ...  nah ini jawabannya... 1. Ontologi Rindu (Apa hakikat “rindu” itu?) Secara ontologis, rindu adalah entitas pengalaman batin manusia yang bersifat subjektif, afektif, dan relasional . Hakikat rindu Rindu bukan benda fisik, me...