Racun Kognitif dibalik "Londo Ireng"
Hay... Im Back.... Gemeeees,.. udah beberapa hari ini kepikiran dengan kata-kata yang terlontar dari sang penguasa. Ijinkan saya bersuara melalui tulisan ini... Ketika seorang pemimpin negara atau elit kekuasaan melemparkan sebutan "londo ireng" untuk melabeli wartawan dan media massa, ruang publik kita seketika bising. Mari kita tengok, secara historis frasa "londo ireng" menyisakan trauma kolonial. Seringkali di artikan sebagai sebuah ejekan pejoratif bagi kaum pribumi yang menjadi centeng atau antek penjajah. Namun, ketika istilah ini ditarik ke panggung politik modern untuk mengomentari kerja-kerja pers, kita tidak sedang menyaksikan sekadar retorika atau gaya bahasa politik yang bernada humor, namun syarat yaaa gitulah. Sebagai seseorang yang mengawali karier dari bangku kuliah jurnalistik dan pernah berdiri di depan kelas sebagai dosen jurnalistik. Saya melihat fenomena ini bukan sekadar dinamika politik biasa, melainkan serangan psikologis yan...