Postingan

Logika Rasa Dalam Lingkar Sosial

Gambar
Tidak dapat kita pungkiri,  era digital saat ini, memudahkan kita memiliki ratusan "teman" di media sosial. Ikut sebuah kumpul-kumpul lalu saling tukar akun sosmed, follow dan jadi teman. Semudah klik tapi tidak sepenuhnya klik.. Ups, maksudnya... Gini- gini...  Kita seolah tahu siapa mereka hanya dari postingan yang seliweran di media sosial bukan. Kita tahu apa yang mereka makan siang ini,  kita tahu ke mana mereka berlibur,  bahkan kita juga bisa tahu opini mereka tentang isu terhangat.  Namun, pernahkah kamu mendapati diri kamu sendiri berada di tengah keramaian terasa sepi ? atau kamu sedang menatap layar ponsel yang penuh notifikasi,  lalu tiba-tiba tertegun dan bertanya: apa ini? “Dari semua orang ini, siapa yang benar-benar teman saya?” No.. no... jangan buru-buru membaca pertanyaan tersebut dengan nada sinis..  Saya menulis ini juga sebagai sebuah refleksi diri, saat saya galau gundah gulana, patah hati dan menangis merutuki ini.  Setelah...

Ketika Jantung bisa berbicara...

Gambar
Pernahkah merasa dikhianati oleh tubuh sendiri? Hari itu, niat saya sebenarnya sederhana,  ingin lebih sehat dengan memperbanyak langkah kaki yang sebenarnya juga tidak diniatin secara khusus. Dan dan kocaknya lagi, sore harinya saya harus berlari mengejar sesuatu yang pasti.. Apa yang pasti tiket keberangkatan kereta yang kalau molor dikit, bakal membuat saya bengong berjam-jam di stasiun .  Ah kekocakan itu bukannya membuat bahagia.  Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya endorfin yang datang, malah alarm jantung yang "menyala" dan memaksa saya untuk berhenti total. Yups, berhenti aktifitas yang normal.  Bisa bayangkan, setelah hectic, mancep diam ditempat? Dua hari ini,  Di saat sedang mengatur napas dan menenangkan detak jantung yang tak beraturan, saya tersadar bahwa apa yang saya alami bukan sekadar masalah fisik.  Ini adalah sebuah proses komunikasi intrapersonal yang sedang mengalami noise atau gangguan besar. kita sering terpaku pada bag...